Rabu, 01 Agustus 2018

Camping Murah nan Ceria di Ranca Upas, Kabupaten Bandung


Weekday lovers mana suaranya......

Weekday ini sudah jalan jalan kemana aja? Sudah tercheck list kah daftar destinasi liburan kalian? Atau mungkin terperangkap ditengah sibuknya rutinitas? Apapun aktivitas kalian semoga rutinitas kalian tidak menggangu liburan kalian ya. Pasal satu, liburan tidak boleh menggangu waktu kerja kalian. Pasal dua, kembali ke pasal satu. Hehe (langsung packing ah)

Well, ini merupakan tulisan pertama saya, setelah sekian lama cuma angan-angan, akhirnya dengan tekat dan niat yang kuat, saya bisa memantapkan diri untuk menulis tentang pengalaman perjalanan saya. Tempat yang saya pilih adalah Bumi Perkemahan Racana Upas. Kalau mau kenapa, terusin baca sampai selesai ya. Huehue..

Malam sebelumnya saya sempat menginap di kost teman saya. Namanya Bondan. Bisa dibilang ini perjalanan yang sama sekali tidak direncanakan, karena ide ini terbersit ketika saya dan Bondan membicarakan tentang bumi perkemahan yang dekat dari kota Bandung tetapi kita bisa melihat sunrise di pagi hari. (maklum di Jakarta sunrise-nya beda..hehe).

Saya memulai perjalanan pukul 19.00 dari kota Bandung dengan menggunakan sepeda motor. Saat itu udara Bandung sedang dingin-dinginnya. Jadi, tidak lupa kami memakai jaket super tebal dan penutup wajah agar perjalanan kami tetap nyaman. Keuntungan berjalan dimalam hari pastinya menghindari traffic jam. Ini dikarenakan jalanan yang akan kalian lewati cukup sempit ditambah banyak pasar yang membuat lalu lintas akan sedikit tersendat jika berjalan di siang hari.

Jalanan menuju Ranca Upas. Adem ya.
                                                                                
Ketika menuju lokasi, kami hanya berbekal GPS (Global Positioning Sytem) dari smarphone yang batereinya hampir habis (ga prepare banget kan..hehe). Jika dari arah Kota Bandung, kamu ikuti saja arah terminal leuwi panjang, setelah itu lanjutkan ikuti petunjuk arah menuju Soreang. Kalau sudah pakai arah dan gps lokasinya tetap tidak ketemu juga, gunakan cara terakhir, yaitu dengan bertanya warga sekitar bagaimana arah menuju Ranca Upas (ini benar-benar ampuh untuk jurus terakhir J). Jika kalian dari arah Bandung, lokasi Ranca Upas ada di sebelah kanan dengan tulisan “Kampung Cai Ranca Upas” di gerbangnya.


Gerbang depan Ranca Upas

Kamipun tiba di pintu gerbang Ranca Upas sekitar pukul 21.20 dan segera masuk menuju lokasi. Disini kalian harus berhati-hati. Sebelum menuju gerbang utama untuk membeli karcis masuk, kalian akan melewati jalanan yang tergolong rusak ditambah sekawanan bebatuan yang tersebar dimana-mana.

Kendaraan kami pun tiba di pintu gerbang utama bumi perkemahan Ranca Upas. Beruntungnya kami tiba bukan saat libur akhir pekan, jadi tidak ramai pengunjung. Untuk memasuki kawasan bumi perkemahan Ranca Upas kalian diminta untuk membayar Rp 45.000 untuk dua orang dengan perincian masuk kawasan Rp 15.000 per orang,; biaya camping Rp 10.000 per malam,; dan Rp 5.000 untuk kendaraan roda dua.

Gerbang utama dan loket masuk


Daftar Tiket 

“Abah, sepi nya malem ini? Paling enak nenda dimana bah yang pemandangannya bagus?” Tanyaku pada petugas paruh baya yang menjaga loket pintu gerbang utama.

“lumayan rame jang, kalau mau bagus pemandangannya, ujang ke arah kiri aja setelah kandang rusa, tapi pasti rame. Kalau ujang mau yang sepi ke arah kanan aja ya.” Jawab si petugas tadi.

Setelah kami memakirkan motor, akhirnya Saya dan Bondan memilih tempat yang sepi disisi kanan. Jika kalian jalan saat malam, saya sarankan persiapkan headlamp setelah kalian memakirkan motor untuk menuju lokasi kemah. Sebab diperjalanan banyak sekali selokan-selokan kecil dan itu bisa membahayakan kalian.

Sebelum menuju lokasi kemah kita akan melewati jembatan kayu kecil dan setelah itu kalian akan sampai di tempat lokasi kemah yang luas. Perjalanan dari parkiran ke lokasi hanya sekitar 200m (ga jauh kan..)

Saat kami tiba kami disambut dengan udara yang sangat dingin diselimuti kabut yang cukup tebal sehingga menyulitkan pandangan kami. Secepat kilat kami membangun tenda dan menyiapkan peralatan memasak untuk sekedar membuat kopi dan cokelat. Kami sengaja hadapkan tenda ke arah timur agar ketika bangun, kami mendapatkan pemandangan matahari terbit yang menawan.

Dari Kota Bandung kami sudah mempersiapkan tenda sendiri, jadi tidak perlu mengeluarkan biaya lagi. Tapi bagi temen-temen yang males bawa tenda tidak usah berkecil hati, ada penyewaan tenda di Ranca Upas dengan biaya sewa Rp 100.000 per malam untuk kapasitas 3-4 orang. “Ga bisa pasang tenda kakak.” Tenang saja biaya tersebut sudah termasuk jasa pasang dan bongkar tendanya, temen-temen tinggal tidur nyenyak. (beres kan..hehe)


Tenda kami

Bagi kalian yang tidak punya hobi masak dan mengiginkan makanan yang cepat sedia, tidak usah khawatir juga. Banyak berjajar warung makan di sekitar lokasi kemah. Ada menu nasi rames, nasi uduk, pecel, dan lain-lain. “Nanti mandinya dan cuci-cuci nya gimana?” ini juga hal yang tidak usah dikhawatirkan. Ada toilet dekat lokasi kemah. Cukup membayar Rp 2.000 temen-temen udah bisa menggunakan fasilitas tersebut. (kurang apa lagi?hehe)

Mana suaranya yang setiap pagi melihat sunrise di kendaraan pribadi atau kendaraan umum?

Sejak awal kami memutuskan untuk mendirikan tenda menghadap timur. Benar saja, pagi-pagi pukul 05.10 alarm kami berbunyi, kami berbegas minum air dan perlahan membuka tirai tenda yang melindungi kami tidur pada malam hari. Begitu terbuka, kami menyaksikan pemandangan matahari terbit yang memanjakan mata ditambah bau embun pagi yang menyejukan pikiran.
Selamat pagi semesta...

Sunrise Ranca Upas. Indah ya.

Gelas sponsor..hehe

Narsis dikit lah......maapkeun..haha

Dari dini hari sampai pagi, udara Ranca Upas memang benar-benar dingin. Semalam udara dingin menusuk sampai tulang walaupun didalam tenda saya sudah memakai baju hangat 2 lapis ditambah 1 jaket plus sleeping bag. Membawa perlengkapan yang cukup seperti baju hangat, jacket, penutup kepala, sarung tangan, kaos kaki, dan perlengkapan lainnya sangat saya sarankan jika kalian ingin bekunjung ke Ranca Upas.
Aduhai banget sih pemendangan paginya

Ranca Upas dilihat dari ketinggian dengan menggunakan drone

Tenda kami dari ketinggian. sepi banget kan kanan kirinya

Selain camping, pengunjung menggunakan lokasi Ranca Upas untuk melakukan sesi foto pre-wedding. Ketika pagi kalian akan melihat banyak pasangan yang memenfaatkan pemandangan menawan bukit disekitar Ranca Upas untuk photo shoot. Kemudian kalian juga bisa melihat penagkaran rusa yang tidak jauh dari lokasi camping. Ini cocok sekali sebagai alternatif wisata keluarga untuk mengenalkan si kecil akan alam terbuka dan berinteraksi dengan flora dan fauna secara langsung.

Foto silhouette pre-wedding

Kalian bisa mengajak si kecil berinteraksi dengan Rusa Jawa (Cervus Timorensis) yang dilindungi dengan memberi makan wortel yang dihargai Rp 6.000 per kantong.

Lucu ya foto rusanya, melet gitu. hehe

Ada alternatif lain jika kalian ingin menuju Ranca Upas. Jika membawa kendaraan pribadi dari kota bandung kalian masuk Tol Purbaleunyi dan keluar di Gerbang Tol Kopo. Dari situ kalian bisa mulai mengaktifkan GPS menuju Ranca Upas.

Saya tunggu foto dan cerita kalian camping weekday ceria di Ranca Upas ya. Cheers