Weekday lovers
mana suaranya......
Weekday ini sudah
jalan jalan kemana aja? Sudah tercheck list kah daftar destinasi liburan
kalian? Atau mungkin terperangkap ditengah sibuknya rutinitas? Apapun aktivitas
kalian semoga rutinitas kalian tidak menggangu liburan kalian ya. Pasal satu,
liburan tidak boleh menggangu waktu kerja kalian. Pasal dua, kembali ke pasal
satu. Hehe (langsung packing ah)
Well, ini merupakan tulisan pertama saya, setelah sekian
lama cuma angan-angan, akhirnya dengan tekat dan niat yang kuat, saya bisa memantapkan
diri untuk menulis tentang pengalaman perjalanan saya. Tempat yang saya pilih
adalah Bumi Perkemahan Racana Upas. Kalau mau kenapa, terusin baca
sampai selesai ya. Huehue..
Malam sebelumnya saya sempat menginap di kost teman saya.
Namanya Bondan. Bisa dibilang ini perjalanan yang sama sekali tidak direncanakan,
karena ide ini terbersit ketika saya dan Bondan membicarakan tentang bumi perkemahan
yang dekat dari kota Bandung tetapi kita bisa melihat sunrise di pagi hari. (maklum di
Jakarta sunrise-nya beda..hehe).
Saya memulai perjalanan pukul 19.00 dari kota Bandung dengan
menggunakan sepeda motor. Saat itu udara Bandung sedang dingin-dinginnya. Jadi,
tidak lupa kami memakai jaket super tebal dan penutup wajah agar perjalanan
kami tetap nyaman. Keuntungan berjalan dimalam hari pastinya menghindari
traffic jam. Ini dikarenakan jalanan yang akan kalian lewati cukup sempit
ditambah banyak pasar yang membuat lalu lintas akan sedikit tersendat jika berjalan di siang hari.
Jalanan menuju Ranca Upas. Adem ya.
Ketika menuju lokasi, kami hanya berbekal GPS (Global Positioning
Sytem) dari smarphone yang batereinya
hampir habis (ga prepare banget kan..hehe). Jika dari arah Kota Bandung, kamu
ikuti saja arah terminal leuwi panjang, setelah itu lanjutkan ikuti petunjuk
arah menuju Soreang. Kalau sudah pakai arah dan gps lokasinya tetap tidak
ketemu juga, gunakan cara terakhir, yaitu dengan bertanya warga sekitar bagaimana
arah menuju Ranca Upas (ini benar-benar ampuh untuk jurus terakhir J). Jika kalian dari
arah Bandung, lokasi Ranca Upas ada di sebelah kanan dengan tulisan “Kampung
Cai Ranca Upas” di gerbangnya.
Gerbang depan Ranca Upas
Kamipun tiba di pintu gerbang Ranca Upas sekitar pukul 21.20 dan
segera masuk menuju lokasi. Disini kalian harus berhati-hati. Sebelum menuju
gerbang utama untuk membeli karcis masuk, kalian akan melewati jalanan yang
tergolong rusak ditambah sekawanan bebatuan yang tersebar dimana-mana.
Kendaraan kami pun tiba di pintu gerbang utama bumi
perkemahan Ranca Upas. Beruntungnya kami tiba bukan saat libur akhir pekan,
jadi tidak ramai pengunjung. Untuk memasuki kawasan bumi perkemahan Ranca Upas
kalian diminta untuk membayar Rp 45.000 untuk dua orang dengan perincian masuk
kawasan Rp 15.000 per orang,; biaya camping
Rp 10.000 per malam,; dan Rp 5.000 untuk kendaraan roda dua.
Gerbang utama dan loket masuk
Daftar Tiket
“Abah, sepi nya malem
ini? Paling enak nenda dimana bah yang pemandangannya bagus?” Tanyaku pada
petugas paruh baya yang menjaga loket pintu gerbang utama.
“lumayan rame jang, kalau mau bagus pemandangannya, ujang ke
arah kiri aja setelah kandang rusa, tapi pasti rame. Kalau ujang mau yang sepi
ke arah kanan aja ya.” Jawab si petugas tadi.
Setelah kami memakirkan motor, akhirnya Saya dan Bondan
memilih tempat yang sepi disisi kanan. Jika kalian jalan saat malam, saya
sarankan persiapkan headlamp setelah
kalian memakirkan motor untuk menuju lokasi kemah. Sebab diperjalanan banyak sekali
selokan-selokan kecil dan itu bisa membahayakan
kalian.
Sebelum menuju lokasi kemah kita akan melewati jembatan kayu
kecil dan setelah itu kalian akan sampai di tempat lokasi kemah yang luas.
Perjalanan dari parkiran ke lokasi hanya sekitar 200m (ga jauh kan..)
Saat kami tiba kami disambut dengan udara yang sangat dingin diselimuti kabut yang
cukup tebal sehingga menyulitkan pandangan kami. Secepat kilat kami membangun
tenda dan menyiapkan peralatan memasak untuk sekedar membuat kopi dan cokelat.
Kami sengaja hadapkan tenda ke arah timur agar ketika bangun, kami mendapatkan
pemandangan matahari terbit yang menawan.
Dari Kota Bandung kami sudah mempersiapkan tenda sendiri, jadi tidak perlu mengeluarkan biaya lagi. Tapi bagi temen-temen yang males bawa
tenda tidak usah berkecil hati, ada penyewaan tenda di Ranca Upas dengan biaya
sewa Rp 100.000 per malam untuk kapasitas 3-4 orang. “Ga bisa pasang tenda kakak.”
Tenang saja biaya tersebut sudah termasuk jasa pasang dan bongkar tendanya,
temen-temen tinggal tidur nyenyak. (beres kan..hehe)
Tenda kami
Bagi kalian yang tidak punya hobi masak dan mengiginkan
makanan yang cepat sedia, tidak usah khawatir juga. Banyak berjajar warung
makan di sekitar lokasi kemah. Ada menu nasi rames, nasi uduk, pecel, dan
lain-lain. “Nanti mandinya dan cuci-cuci nya gimana?” ini juga hal yang tidak
usah dikhawatirkan. Ada toilet dekat lokasi kemah. Cukup membayar Rp 2.000
temen-temen udah bisa menggunakan fasilitas tersebut. (kurang apa lagi?hehe)
Mana suaranya yang
setiap pagi melihat sunrise di
kendaraan pribadi atau kendaraan umum?
Sejak awal kami memutuskan untuk mendirikan tenda menghadap
timur. Benar saja, pagi-pagi pukul 05.10 alarm kami berbunyi, kami berbegas
minum air dan perlahan membuka tirai tenda yang melindungi kami tidur pada malam
hari. Begitu terbuka, kami menyaksikan pemandangan matahari terbit yang
memanjakan mata ditambah bau embun pagi yang menyejukan pikiran.
Selamat pagi semesta...
Sunrise Ranca Upas. Indah ya.
Gelas sponsor..hehe
Narsis dikit lah......maapkeun..haha
Dari dini hari sampai pagi, udara Ranca Upas memang
benar-benar dingin. Semalam udara dingin menusuk sampai tulang walaupun didalam
tenda saya sudah memakai baju hangat 2 lapis ditambah 1 jaket plus sleeping bag. Membawa perlengkapan
yang cukup seperti baju hangat, jacket, penutup kepala, sarung tangan, kaos
kaki, dan perlengkapan lainnya sangat saya sarankan jika kalian ingin bekunjung
ke Ranca Upas.
Aduhai banget sih pemendangan paginya
Ranca Upas dilihat dari ketinggian dengan menggunakan drone
Tenda kami dari ketinggian. sepi banget kan kanan kirinya
Selain camping, pengunjung
menggunakan lokasi Ranca Upas untuk melakukan sesi foto pre-wedding.
Ketika pagi kalian akan melihat banyak pasangan yang memenfaatkan pemandangan menawan bukit disekitar Ranca Upas untuk photo shoot. Kemudian kalian juga bisa melihat
penagkaran rusa yang tidak jauh dari lokasi camping. Ini cocok sekali sebagai alternatif wisata
keluarga untuk mengenalkan si kecil akan alam terbuka dan berinteraksi dengan flora
dan fauna secara langsung.
Foto silhouette pre-wedding
Kalian bisa mengajak si kecil berinteraksi dengan Rusa Jawa
(Cervus Timorensis) yang dilindungi dengan memberi makan wortel yang dihargai Rp 6.000 per kantong.
Lucu ya foto rusanya, melet gitu. hehe
Ada alternatif lain jika kalian ingin menuju Ranca Upas.
Jika membawa kendaraan pribadi dari kota bandung kalian masuk Tol Purbaleunyi
dan keluar di Gerbang Tol Kopo. Dari situ kalian bisa mulai mengaktifkan GPS
menuju Ranca Upas.
Saya tunggu foto dan cerita kalian camping weekday ceria di Ranca Upas ya. Cheers












